Menu

SINERGITAS PENEGAKAN HUKUM DENGAN PROGRAM REHABILITASI PENYALAHGUNA NARKOBA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kegiatan diskusi interaktif dengan tema Sinergitas Penegakan Hukum Dengan Program Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba, diskusi ini diselenggarakan pada hari Kamis 14 April 2016 di Jl.Urip Sumoharjo Aula Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel lantai 8. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Direktur Hukum dan Kerjasama BNN RI Darmawel Aswar,SH,MH. Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan Brigjen Pol.Drs.Agus Budiman Manalu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Hidayatullah,SH,MH,Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel,Kepala Bidang Kanwilkumham Wilayah Makassar. Peserta undangan sebanyak 130 Orang terdiri dari Para Kepala Kejaksaan Negeri dengan didampingi Kasi Pidana Umum Lingkup Wilayah Sulsel,Hakim Pengadilan Tinggi Sulsel,Direktorat Narkoba Polda Sulsel dan Kanwilkumham Wilayah Makassar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Hidayatullah,SH,MH seusai membuka acara kegiatan sinergitas penegakan hukum dengan program rehabilitasi penyalahguna narkoba di Prov.Sulsel mengatakan “ ada upaya dari BNN untuk segera mengupdate  terus menerus jenis-jenis narkotika. Hal ini penting sebab perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat modus operandi penyalahgunaan ini pun semakin canggih dengan jenis narkotika yang semakin beragam. Jadi jangan tunggu ada kasus dulu baru dimasukkan jenisnya diregulasi. Tetapi bagaimna harus terus menerus di update supaya tidak ketinggalan,regulasi harus dibenahi. Peran semua pihak dan semua unsur penegak hukum dalam mengaplikasikan hukuman bagi pengguna,pengedar atau sebagai Bandar pun cukup penting. Penegak hokum harus menyatukan persepsi agar tidak tumpang tindih , khususnya dalam memilah status pelaku sebagai pengguna ,pengedar atau sebagai Bandar.”ujar Kejati Sulsel.

Sedangkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan Brigjen Pol.Drs.Agus Budiman Manalu,SH mengatakan “ pada periodej Januari-Maret 2016 jumlah tangkapan narkotika diwilayah Sulsel mencapai angka 30Kg,jumlah yang cukup fantastis ini mendudukkan sulsel sebagai wilayah ke 11 jumlah tangkapan terbesar. Sulsel rawan,namun yang penting kita mau atau tidak menangani narkotika secara bersama-sama, bukan hanya BNN tetapi semua harus bersinergi sesuai amanat Presiden RI.”ujar Kepala BNNP Sulsel

Pada kesempatan yang sama Direktur Hukum dan Kerjasama BNN RI Darmawel Aswar,SH,MH mengatakan “.pihaknya saat ini telah menemukan 38 Jenis narkotika yang baru. Ke 38 Jenis narkotika yang baru ini itu ditemukan melalui penelitian labolatorium BNN secara komperhensif. Hasil penelitian yang kami lakukan sudah kami serahkan ke Kementrian Kesehatan. Saat ini kementrian kesehatan juga tengah menindaklanjuti hasil tersbut dengan meneliti atau pemeriksaan supaya bias masuk dalam kategori narkotika sebagaimana aturan Menteri Kesehatan.”ungkap Dir.Hukum BNN RI.

back to top
Best gambling websites website

Trafik Statistik

Today775
Yesterday985
This week5182
This month18735
Total462837