Menu

STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

Perilaku adalah sesuatu yang rumit. Perilaku tidak hanya menyangkut dimensi kultural yang berupa sistem nilai dan norma, melainkan juga dimensi ekonomi, yaitu hal-hal lain yang merupakan pendukung perilaku. Perilaku seseorang memiliki acuan kepada sistem nilai dan norma yang dianutnya. Dengan kata lain, sistem nilai dan norma merupakan rambu-rambu bagi seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Sistem nilai dan norma “dibuat” oleh masyarakat untuk dianut oleh individu-individu anggota masyarakat tersebut. Namun demikian sistem nilai dan norma, sebagai sistem sosial, adalah sesuatu yang dinamis. Artinya, sistem nilai dan norma suatu masyarakat akan berubah mengikuti perubahan-perubahan lingkungan dari masyarakat yang bersangkutan. Tentu saja jika perubahan tersebut memang dikehendaki oleh individu-individu dalam masyarakat. Jadi, antara sistem nilai dan norma di satu pihak dengan individu-individu masyarakat di pihak lain, terdapat hubungan timbal-balik –– sistem nilai dan norma mempengaruhi perilaku individu, perilaku individu yang berubah akan dapat mengubah sistem nilai dan norma. Untuk sistem nilai dan norma yang sesuai dengan kaidah-kaidah kesehatan, promosi kesehatan ditujukan guna mengupayakan terpeliharanya sistem nilai dan norma tersebut. Sedangkan untuk sistem nilai dan norma yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah kesehatan, promosi kesehatan ditujukan guna mengubah sistem nilai dan norma tersebut melalui perubahan perilaku individu-individu anggota masyarakat. Individu-individu anggota masyarakat yang memiliki potensi besar untuk mengubah sistem nilai dan norma adalah mereka yang disebut dengan pemuka masyarakat atau tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat ini terdiri atas dua kategori, yaitu tokoh masyarakat yang formal dan tokoh masyarakat yang informal. Tokoh masyarakat formal adalah orang yang memiliki posisi menentukan dalam sistem pemerintahan (disebut juga penentu kebijakan), seperti gubernur, bupati/walikota, anggota dewan perwakilan rakyat, dan lain-lain. Sedangkan tokoh masyarakat informal ada berbagai jenis, seperti misalnya tokoh atau pemuka adat, tokoh atau pemuka agama, tokoh politik, tokoh pertanian, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, tokoh remaja, tokoh wanita, tokoh kesehatan, dan lain-lain. Pemuka atau tokoh adalah seseorang yang memiliki kelebihan di antara kelompoknya. Ia akan menjadi panutan bagi kelompoknya atau bagi masyarakat karena ia merupakan figur yang menonjol. Di samping itu, ia dapat mengubah sistem nilai dan norma masyarakat secara bertahap, dengan terlebih dulu mengubah sistem nilai dan norma yang berlaku dalam kelompoknya. Namun demikian, perilaku juga menyangkut dimensi ekonomi. Seseorang yang sudah mau berperilaku tertentu tidak pernah jadi mempraktikkan perilaku itu karena tidak adanya kemampuan secara ekonomis. Misalnya, seseorang yang sudah mau berhenti sebagai pecandu narkotika, tidak kunjung melakukan hal itu karena ia secara individu belum mampu membuat situasi dilingkungannya bersih dari penyalahgunaan narkoba, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan, pihak keluarga belum sepenuhnya membantu keluar dari masalah tersebut serta mudah bertemu dengan para Bandar dan pengedar. Salah satu Strategi Promosi Kesehatan yang dapat digunakan adalah Bina Suasana. Maksudnya adalah adanya kerja sama yang baik antara aparat pemerintah setempat dengan para masyarakat dan diharapkan Bina Suasana dapat terjalin dilingkungan keluarga. Menyadari fakta-fakta tersebut di atas, maka promosi kesehatan diharapkan dapat melaksanakan strategi yang bersifat paripurna (komprehensif), khususnya dalam men-ciptakan perilaku baru dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

back to top
Best gambling websites website

Trafik Statistik

Today772
Yesterday985
This week5179
This month18732
Total462834